Mudah Lupa, Inilah Penyebabnya

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernahkah Anda lupa? Misalnya lupa membawa dompet atau lupa tempat menyimpan telepon seluler, lupa mengunci pintu rumah atau lupa mematikan kompor? Jika Ada pernah mengalaminya, jangan cemas dulu. Penyakit lupa merupakan hal wajar.

Untuk Anda ketahui, susunan otak kita terdiri dari dua unsur sel. Yang pertama adalah sel neuron. Sel yang biasa juga disebut sebagai sel saraf ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi.

Sel saraf ini juga mengantar informasi-informasi dari dan ke tubuh kita. Sel saraf inilah yang mengendalikan ingatan, perhatian, persepsi, pertimbangan, bahasa, dan kesadaran kita. Jumlahnya mencapai ratusan juta sel.

Sementara unsur sel yang kedua adalah glia. Sel yang juga dinamai sel schwann ini bertugas membuat selubung lemak untuk melindungi saraf. Sel glia juga bertugas memberi asupan nutrisi ke saraf.

Terkadang informasi-informasi tersimpan dalam saraf yang sama. Akibatnya, informasi itu saling bertumpuk atau informasi yang masuk terdahulu tertutupi oleh informasi baru.

Kenyataan itu yang disebut dengan lupa atau tidak ingat. “Tak peduli saat sehat atau sakit, lupa bisa terjadi kapan saja,” terang Rocsky Situmeang, dokter spesialis saraf Siloam Hospital Karawaci, Tangerang.

Rocsky menjelaskan, secara umum, proses lupa bisa terjadi karena beberapa hal. Lupa bisa terjadi karena kegagalan pada proses pengodean suatu informasi.

Misalnya Anda kehilangan dompet karena lupa di mana menaruhnya. Hal ini bisa terjadi karena saat meletakkan dompet itu pikiran Anda sedang tidak terfokus. “Pikiran sedang mengembara ke hal yang lain,” terang Mulyadi Tedjapranata, Direktur Medizone Clinic, Jakarta.

Jadi, saat Anda memasuki proses mengingat, saraf Anda tidak bisa memberikan informasi letak dompet itu. Justru yang muncul adalah informasi yang Anda pikirkan saat meletakkan dompet tadi. Pada tahap ini, yang terjadi adalah proses mengingat berlangsung secara benar, tetapi informasi yang masuk salah.

Lupa juga bisa terjadi karena informasi yang masuk ke saraf terlalu banyak. Contohnya saat belajar. Biasanya orang juga melakukan kegiatan lain, seperti ngemil atau mendengarkan musik.

“Konsentrasi akan terganggu karena informasi yang masuk cukup banyak dalam waktu bersamaan,” jelas Rocsky.

Ilmu yang sedang Anda pelajari masuk bersamaan dengan teks lagu yang sedang Anda dengarkan. Lalu saat mengingat, informasi yang keluar bisa saja bukan soal pelajaran, tetapi teks lagunya.

Penyebab lupa yang lain adalah kegagalan fungsi otak. Otak tidak bisa menampung atau mengeluarkan informasi karena sel otak mengalami gangguan. Penyakit yang menyerang saraf biasanya mengakibatkan penurunan fungsi mengingat. Penurunan daya ingat ini biasa disebut demensia.

Menurut Mulyadi, penyakit demensia ini cukup berbahaya. Sebab, jika tak diatasi, bukan cuma fungsi mengingatnya yang turun, tetapi juga mental. “Akibatnya, tidak hanya dirinya sendiri yang akan merasakan, tetapi secara sosial ia juga akan terpengaruh,” ujarnya. (Adi Wikanto)

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/05/18/10370982/Mudah.Lupa..Inilah.Penyebabnya-5

Tips Untuk Si Pelupa

Lupa dapat dialami oleh semua orang. Dulu, masalah ini cenderung hanya dialami oleh para lansia (lanjut usia) yang mengalami penurunan daya ingat akibat proses degeneratif kesehatan. Tapi pada kenyataannya saat ini, gangguan fungsi memori tersebut juga makin sering didapati pada orang-orang yang masih terbilang muda.

Lupa bisa berdampak negatif. Aktivitas jadi terhambat, begitu pula sosialisasi dengan orang lain. Agar Anda tidak lagi mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu, cobalah tips berikut ini:

Terapkan gaya hidup sehat
Kurangin tidur, stres, jenuh, minim aktivitas dan konsumsi alkohol adalah musuh bagi memori, oleh karena itu stimulus intelektual adalah kunci meningkatkan daya ingat. Membaca, mengerjakan teka teki silang, merencanakan perjalanan, melakukan hobi atau belajar keterampilan baru seperti komputer dan bahasa asing akan sangat membantu menggiatkan dan menajamkan memori.

Berinteraksi
Berhubungan sosial dengan teman dan keluarga juga dapat membantu seseorang terhindar dari lupa. Penelitian bahkan menujukan lebih banyak seseorang berinteraksi sosial, semakin kecil mereka mengalami kerusakan fungsi kognitif dan penurunan fungsi memori.

Makanan peningkat daya ingat
Wortel mentah dan buah-buahan segar adalah makanan yang mengandung elemen nutrisi yang menstimulus fungsi otak, termasuk daya ingat. Gula alam yang terkandung dalam buah-buahan sebenarnya dapat membantu kita berpikir dan mengingat kembali informasi lebih cepat.

Olahraga teratur
Berenang, jalan kaki dan sepeda dapat memompa oksigen ke dalam otot dan meningkatkan aliran darah ke otak sehingga fungsi otak, termasuk memori bekerja secara baik.

Buat petunjuk sistem memori
Karena pertambahan usia, semakin banyak informasi yang kita terima, maka semakin besar peluang lupa. Untuk mengingatkan diri sendiri tentang hal-hal penting, Siapkan catatan yang dekat dengat Anda dan segera tulis segala hal penting termasuk tanggal, sesuatu yang perlu dilakukan, sebelum Anda lupa. Dengar baik-baik informasi penting dan buat catatan kecil untuk membenatu Anda mengingat.

Hidup aktif
Aktivitas fisik membantu memperbaiki aliran darah. Apapun aktivitas yang Anda pilih walaupun hanya berjalan pasti akan membantu menguatkan Anda.

Istirahat cukup
Saat tubuh beristirahat, berarti Anda juga memberikan kesempatan pada otak untuk melakukan relaksasi.

Letakkan di Tempat yang strategis
Letakkan kembali barang yang ambil pada tempatnya semula. Atau simpam barang tersebut ditempat yang selalu Anda lihat atau dekat sesuatu yang setiap hari Anda bawa. Misalkan, letakkan ponsel di meja di dekat pintu kamar, atau di dalam tas.

* http://www.conectique.com/life_skill_tips/article.php?article_id=5541

Posted in otak, pelupa. Tags: , , . No Comments »