Bahaya High Heels Bagi Kesehatan

High Heels, manis, cantik, elegan dan terlihat mewah, tak pernah ditinggalkan karena dengan mengenakannya, maka Anda akan merasa lebih percaya diri, terutama saat berada di lingkungan pekerjaan atau sebuah momen penting.

Namun bagaimana dengan efeknya pada kesehatan?

Banyak orang percaya high heels hanya membawa efek buruk bagi kesehatan, sehingga high heels tidak seharusnya dikenakan dan harus ditinggalkan. Pendapat tersebut tak sepenuhnya benar, karena membuang high heels, tidak berarti membuang semua masalah dan rasa sakit yang dialami kaki Anda. Bagaimanapun kita masih membutuhkan kehadiran high heels untuk melengkapi kinerja profesional dan penampilan pada suatu momen penting.

Beberapa peneliti akhirnya mengungkapkan fakta, bahwa high heels masih bisa ditoleransi, asal tingginya pas dan aman.
Idealnya, menurut para peneliti, tinggi high heels tak boleh lebih dari 1 inci. High heels yang memiliki tinggi lebih dari 1 inci akan lebih mudah mencederai kaki, bahkan jika dikenakan secara rutin maka bentuk kaki akan lebih mengikuti sepatu yang anda kenakan.

Bahaya memakai high heels:
1. Kaki akan mudah cedera, terutama bagian ankle
2. Otot kaki bagian bawah tidak akan bekerja maksimal
(more…)

Bayi anda kuning?

Bayi Kuning, Kenali dan Waspadai

Pigmen bernama bilirubin adalah faktor penyebab dari bayi kuning (ikterus) yang harus di kenali dan waspadai.
Sebetulnya, setiap orang memiliki bilirubin dalam sel darah merahnya. Setiap jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati
dan menguraikan sel-selnya diantaranya menjadi bilirubin.
Normalnya yang bertugas menguraikan bilirubin tersebut adalah hati, untuk kemudian dibuang lewat BAB.

Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang mengambil tugas menguraikan bilirubin dalam sel darah merah bayi.
Ketika bayi lahir, perkembangan hatinya belum sempurna sehingga belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Akibatnya terjadi penumpukan bilirubin yang kemudian menyebabkan timbulnya warna kuning pada kulit bayi.

Sebagian lainnya karena ketidak-cocokan golongan darah ibu dan bayi. Peningkatan kadar bilirubin dapat diakibatkan oleh pembentukan yang berlebih atau adanya gangguan pengeluarannya.

Ikterus pada bayi baru lahir dapat merupakan bentuk fisiologik dan patologik. Yang bersifat patologik dikenal sebagai  hiperbilirubinemia yang dapat mengakibatkan gangguan saraf pusat atau kematian.
(more…)

HFS, Tak Ada Obatnya, Bisa Disembuh

Gejalanya Kedutan hingga Wajah Perot

Penderita hemifacial spasm (HFS), seperti namanya, sering bermasalah dengan wajahnya. Masalah itu merentang dari kedutan hingga wajah tampak mencong. Namun, penderita HFS bisa hidup normal. Operasi bisa mengatasi gangguan yang biasa dialami pasien. 

Menurut dr Sofyanto SpBS, spesialis bedah saraf RS Spesialis Husada Utama, spasm bukanlah penyakit. Tak ada penyebab, tak ada obat. Kondisi ini bisa menyerang usia berapa saja. Sejauh ini, Sofyan mengaku telah mengoperasi 75 penderita HFS. Usia mereka 23-72 tahun. 

Tidak semua kedutan berakhir dengan spasme. Tapi, jika kedutan terjadi terus-menerus dan makin progresif (kedutan menurun ke pipi dan bibir), itu mungkin gejala HFS. Bila makin berat, kondisi ini bisa menganggu penglihatan.

HFS bisa membuat wajah seseorang merot akibat pembuluh darah yang menekan saraf ketujuh di dalam otak, tepatnya pada saraf facialis atau motorik wajah. Penderita HFS akan mengalami kejang-kejang di sekitar mata, pipi, dan bibir tanpa bisa ia kendalikan.
(more…)

Posted in syaraf. Tags: , , . 2 Comments »