Ketombe pada bayi

Sisik-sisik di kepala anak perlu diwaspadai, siapa tahu pertanda infeksi di kulit kepalanya.

Tak hanya orang dewasa, bayi dan anak pun bisa terserang ketombe. Namun, ketombe pada bayi lebih spesifik, baik bentuk maupun penanganannya. Istilah tepatnya pun bukan ketombean, melainkan dermatitis seborrheic. Orang awam sering menyebutnya sarap. Namun, sama halnya dengan ketombe orang dewasa yang sangat mengganggu, pada bayi dan anak pun demikian. Selain membuat tidak nyaman, ketombe atau dermatitis seborrheic sering menimbulkan gatal bahkan terasa sakit bila sudah sampai terinfeksi.

“KETOMBE” PADA BAYI

Dermatitis seborrheic, kata dr. Ari Muhandari Ardhie, Sp.KK dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, umumnya hanya terjadi pada bayi karena hal ini terkait dengan hormon androgen milik ibunya yang masih tersisa di dalam tubuhnya. “Itulah kenapa, lewat dari masa bayi, masalah ini akan menghilang seiring dengan berkurangnya kadar hormon androgen.”

Namun, tidak semua bayi akan mengalami dermatitis seborrheic. Jadi hanya bayi tertentu saja, terutama yang mengalami atopik, yakni kecenderungan untuk bereaksi menyimpang terhadap bahan-bahan yang bersifat umum. Bila reaksi menyimpang itu terjadi di kulit kepala, maka akan timbul dermatitis seborrheic bahkan eksim. Bila dermatitis seborrheic ini tidak ditangani secara tepat, mungkin saja akan berlanjut menjadi infeksi. Biasanya disertai proses inflamasi atau peradangan di dalam kulitnya. Ditandai dengan sisik yang berada di atas kulit yang kemerahan.

Baca selengkapnya »